MAKALAH KINEMATIKA GERAK

“KINEMATIKA GERAK LURUS, 2D DAN 3D”

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah FISIKA

yang Diampu oleh Dr. Parno, M.Si

 

 



 

 

Disusun oleh:

 

Dyandra Maharani Putri Wicaksono  

210343606421

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PROGAM STUDI BIOTEKNOLOGI

SEPTEMBER 2021

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

  1.1 Latar Belakang

     Dilansir dari buku Aneka Gerak Benda (2019), gerak adalah proses perpindahan tempat dari posisi awal ke posisi akhir. Perpindahan tempat biasanya punya titik acuan tertentu. Titik acuan adalah  posisi awal benda. Sebuah benda bisa dikatakan bergerak jika posisinya berubah dari titik acuan.

    Dalam ilmu fisikagerak didefinisikan sebagai perubahan tempat atau kedudukan baik hanya sekali maupun berkali-kali. Gerak bisa maju dan juga mundur, serta gerak bisa naik dan turun. Tumbuhan yang tidak bisa menggerakkan dirinya sendiri, sebenarnya juga bergerak ketika tertiup embusan angin. Begitu pula dengan benda mati, benda mati juga bergerak. Contohnya motor, mobil, kereta api, lift, dan pesawat.

    Salah satu jenis gerak yang paling umum adalah gerak lurus. Gerak lurus adalah gerak yang memiliki lintasan lurus. Gerak lurus dibedakan menjadi dua yaitu gerak lurus dengan kecepatan tetap yang disebut dengan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan gerak lurus dengan percepatan tetap yang disebut dengan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Apabila benda bergerak lurus dengan lintasan arah vertikal maka benda dikatan melakukan gerak vertikal. Gerak vertikal terdiri dari Gerak Jatuh Bebas, Gerak Vertikal keatas dan Gerak Vertikal kebawah. Selain itu gerak juga dibagi menjadi 2 dimensi dan 3 dimensi.

    Gerak juga sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Setiap makhluk hidup pasti bergerak selama hidupnya.  Kinematika gerak juga dibutuhkan penerapannya dalam bentuk teknologi sebagai penunjang hidup manusia

           

1.2 Rumusan Masalah

1.       Apa yang  dimaksud dengan kecepatan dan percepatan?

2.       Apakah perbedaan dari GLB dan GLBB?

3.       Apa saja contoh dari gerak lurus berubah beraturan?

4.       Bagaimanakah contoh-contoh dari gerak 2D dan 3D?

5.       Bagaimana penerapan gerak lurus dalam kehidupan sehari-hari? 

6    Apa hubungannya dengan bidang bioteknologi?

1.3 Tujuan

    Untuk mempelajari lebih lanjut tentang kinematika gerak, menambah pengetahuan dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kita semua.


 


 

BAB II

URAIAN MATERI

 

1.        Kecepatan

    Kecepatan merupakan cepat lambatnya perpindahan atau perubahan posisi suatu benda terhadap waktu tempuh, dan termasuk ke dalam besaran vektor, yaitu besaran yang memiliki arah dan nilai.

    Dalam hukum Fisika, kecepatan dinotasikan dengan simbol v. Dikutip menurut buku Fisika SMA/MA Kelas XI yang dikeluarkan oleh Diknas, kecepatan sendiri dibagi menjadi dua jenis, yakni kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat. Kecepatan merupakan besaran turunan yang diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu.  


·         Rumus Kecepatan :



      

     Kecepatan dalam sistem satuan internasional memiliki satuan m/s. Sedangkan dalam satuan british unit, kecepatan satuannya adalah ft/s, inch/s, mil/h dll.

 

2.         Percepatan

    Percepatan adalah laju perubahan kecepatan tiap satuan waktu. Percepatan merupakan jenis besaran vektor yang mana memiliki besar (nilai) dan arah. Percepatan memiliki nilai yang negatif dan juga positif. Nilai percepatan bernilai negatif ketika benda itu bergerak semakin lambat dan bernilai positif ketika suatu benda bergerak semakin cepat. Dalam hukum Fisika, percepatan dinotasikan dengan simbol a. Sama seperti kecepatan, percepatan juga terdiri dari dua jenis, yakni percepatan rata-rata dan percepatan sesaat.

·         Rumus Percepatan :

     

 


    Percepatan memiliki satuan m/s² dalam besaran SI. Sedangkan dalam satuan british unit, percepatan memiliki satuan seperti ft/s², inch/s², mil/h²

 

3.          Gerak Lurus Beraturan

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kecepatan yang konstan (tetap).Pada gerak lurus beraturan kecepatan yang dimiliki benda tetap ( v = tetap ) sedangkan percepatannya sama dengan nol ( a = 0 ).

Misalnya, jika dalam kurun waktu 10 menit pertama, sebuah benda menempuh jarak 20 m, maka dalam selang 10 menit berikutnya benda tersebut juga menempuh jarak 20 m. Walaupun berada pada jalan yang lurus sebuah mobil tidak akan dapat menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang juga tetap, sehingga akan sedikit sulit untuk mengalami kejadian GLB ini di dunia nyata, karena pasti akan terjadi percepatan atau perlambatan dari sebuah mobil, hal ini disebut dengan GLBB atau gerak lurus berubah beraturan.

·         Rumus GLB :


       


·         Grafik Hubungan antara Jarak dan Waktu

    



·         Grafik Hubungan antara Kecepatan dengan Waktu

      Pada suatu benda yang melakukan gerak lurus beraturan, kecepatannya selalu tetap. Karena itu grafik v – t untuk gerak lurus beraturan adalah mendatar sejajar dengan sumbu t untuk selang waktu kapanpun. Untuk gerak lurus beraturan atau benda bergerak dengan kecepatan tetap, berarti percepatan benda adalah tetap, karena Δv = 0.


4. Gerak Lurus Berubah  Beraturan

      Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus yang mempunyai percepatan tetap. Artinya, kecepatan gerakan benda berubah (bisa bertambah cepat atau bertambah lambat), namun secara teratur.

     GLBB terdiri dari GLBB diperlambat dan GLBB dipercepat. Suatu benda dikatakan melakukan gerak lurus berubah beraturan diperlambat apabila kecepatannya makin lama berkurang sehingga pada suatu saat benda itu menjadi diam (berhenti bergerak), sedangkan dikatakan melakukan gerak lurus berubah beraturan dipercepat apabila kecepatannya makin lama bertambah besar.

     Contoh GLBB dipercepat misalnya gerakan sepeda dilintasan miring, benda jatuh dari ketinggian, dan pesawat sedang take off. Sementara contoh GLBB diperlambat misalnya mobil direm.

 

·         Rumus GLBB :


 


            Contoh Gerak Lurus Berubah Beraturan

a.       Gerak Jatuh Bebas

                      Gerak Jatuh Bebas adalah gerak benda yang jatuh dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal (vo = nol). Semakin ke bawah gerak benda semakin cepat. Contoh penerapan GJB yaitu mengukur ketinggian bangunan dan kedalaman kolam.

 

·         Rumus GJB :

 


 


     Waktu jatuh benda bebas hanya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu h = ketinggian dan g = percepatan gravitasi bumi. Jadi berat dari besaran-besaran lain tidak mempengaruhi waktu jatuh. Artinya meskipun berbeda beratnya, dua benda yang jatuh dari ketinggian yang sama di tempat yang sama akan jatuh dalam waktu yang bersamaan.

 

b.       Gerak Vertikal ke Atas

               Gerak vertikal ke atas adalah gerak suatu benda yang dilempar vertikal ke atas dengan kecepatan awal tertentu (v0) dan percepatan g saat kembali turun. Arah gerak benda dan arah percepatan gravitasi berlawanan, gerak lurus berubah beraturan diperlambat.

 

·         Rumus Gerak Vertikal ke Atas :


 

c.       Gerak Vertikal ke Bawah

                Gerak Vertikal ke Bawah adalah gerak suatu benda yang dilempar tegak lurus ke bawah dengan kecepatan awal tertentu (V0 ≠ 0). Jika arah geraknya ke bawah, maka a = g karena searah dengan gravitasi bumi dan benda mengalami percepatan. Arah gerak benda dan arah percepatan gravitasi berlawanan, gerak lurus berubah beraturan dipercepat.

 

·         Rumus Gerak Vertikal ke Bawah :

 


                    

         

·         Grafik Kecepatan Terhadap Waktu pada GLBB yang dipercepat

 



CONTOH-CONTOH SOAL GERAK LURUS

 

1.      Contoh soal GLB :

Jika seekor kura-kura membutuhkan 20 jam untuk menempuh jarak 1 kilometer. Maka butuh waktu berapa lama jika ia ingin menempuh jarak 3 kilometer

                     Pembahasan :

Ø  Dicari terlebih dahulu kecepatan kura-kura

        V = s/t = (1)/(20) = 0,05km/jam

Ø  Sehingga untuk jarak 3 kilometer, kura-kura akan membutuhkan waktu tempuh selama :

         t = s/V = (3)/(0,05) = 60 jam

2.      Contoh soal GLBB :

Untuk lepas landas, suatu pesawat diharuskan memiliki kecepatan minimal 25 m/s. Apabila mesin pesawat mampu menghasilkan maksimal percepatan sebesar 1,5 m/s2, berapakah penjang minimal landasan agar pesawat dapat lepas landar dari keadaan berhenti?

Ø  Diketahui :
v0 = 0 m/s
vt = 25 m/s
a = 1,5 m/s2

Ø  Ditanyakan : s?

Ø  Jawab :

   vt2 = v02 + 2ax

       252 = 0 + 2 . 1,5 . x

   x = 625/3

         =  208,33


1.    5.   Gerak 2 Dinensi dan 3 Dimensi

           Gerak bisa dibagi menjadi 2 dan 3 dimensi. Gerak dalam 2D dapat diuraikan menjadi dua arah yang saling tegak lurus (misalnya dalam arah x dan y). Contoh gerak dalam 2D misalnya gerak peluru dan gerak melingkar. Gerak dalam tiga dimensi dapat diuraikan menjadi kombinasi dalam tiga arah yang dalam arah x, y dan z. Contoh gerak dalam 3-D adalah gerakan gerak parabola yang tertiup angin dari arah tegak lurus bidang parabola atau gerak melingkar seperti pegas.

A.    Vektor Posisi dan Perpindahan

            Besaran dalam Fisika digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu besaran vektor dan besaran skalar. Besaran besaran vector adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Sedangkan besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai saja.




            Saat partikel bergerak, vektor posisinya akan berubah sedemikian rupa sehingga vektor selalu meluas dari titik asal.

                   


 ·         Contoh Soal :

Fitria melakukan perjalanan napak tilas dimulai dari titik A ke titik B : 600 m arah utara; ke titik C 400 m arah barat; ke titik D 200 m arah selatan; dan kemudian berakhir di titik E 700 m arah timur. Besar perpindahan yang dialami Fitria adalah….

             Jawab :

  600 m arah utara-200 m arah selatan = 400 m arah utara

700 m arah timur - 400 m arah barat = 300 m arah timur

     d = √400² +300²

        = 500 m

 

B.     Percepatan

·         Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perbandingan perubahan kecepatan terhadap selang waktu (laju perubahan kecepatan).



 

 

 

 


·         Percepatan sesaat adalah limit dari percepatan rata percepatan rata-rata dengan selang waktu rata dengan selang waktu menuju nol.


 

  ·         Benda mengalami percepatan apabila :

a.    Besarnya kecepatan (laju) berubah

b.   Arah kecepatan berubah

c.     Besar maupun arahnya berubah

 

·         Grafik Percepatan

                

 C.     Kecepatan

·         Kecepatan rata-rata adalah perbandingan antara perpindahan dengan selang waktu dari perpindahan tersebut.



·         Kecepatan sesaat adalah limit dari kecepatan rata adalah limit dari kecepatan ratarata dimana selang waktunya menuju nol.


 

 D.    Hubungan antara Posisi, Kecepatan dan Percepatan (Differensiasi)

 


        E.     Hubungan antara Posisi, Kecepatan dan Percepatan (Integrasi)

 


      Contoh Gerak 2 dan 3 Dimensi :

a.       Gerak Peluru

           Gerak peluru yaitu ketika suatu benda bergerak dalam arah x dan y secara bersamaan, gerakan ini mengabaikan gesekan udara dan rotasi bumi. Dengan penjelasan tersebut, maka sebuah benda dalam gerak peluru akan memiliki lintasan berbentuk parabola.

 

·         Aturan Gerak Peluru :

1)      Komponen x dan y dari gerak dapat ditangani secara terpisah

2)     
Gerak dalam arah x adalah GLB

         3)      Gerak dalam arah y adalah jatuh bebas (GLBB)


 

      ·         Rumus Gerak Peluru :

      



        ·         Contoh Soal Gerak Peluru :

Sebuah benda di tembakkan dengan kecepatan awal 40 m/s dan sudut elevasi 53˚. Kecepatan benda dalam arah vertical setelah 1 sekon adalah …

Ø  Diketahui :

Vo = 40 m/s

   t  =  1 s

   α = 53˚

Ø  Ditanya : Vy?

Ø  Jawab :

o   Mula-mula tentukan kecepatan awal pada sumbu-y

Vy = vosin53˚

        = 40 (0,8)

        = 32 m/s

o   Kecepatan pada sumbu-y

Vy = voy-gt

      = 32-10(1)

      = 22 m/s

Jadi kecepatan benda dalam arah vertical setelah 1 sekon adalah 22 m/s

 

b.      Gerak Melingkar

            Gerak Melimgkar adalah gerak suatu benda menempuh lintasan melingkar dengan kelajuan yang tetap. Besaran kecepatan/kelajuan linear adalah tetap, tetapi vektor (arah) kecepatan linear berubah setiap saat. Kecepatan sudut adalah besaran vector yang tetap pada GMB. Percepatan sudut dan percepatan linear/tangensial bernilai 0.

·         Gerak Melingkar Beraturan (GMB) : 

Hanya ada percepatansentripetal (percepatan yang mengubah arah kecepatan).


   ·         Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) :

Ada percepatansentripetal dan tangensial (percepatan yang mengubah besar kecepatan dan arah).


 




 ·         Rumus GMB :


     

            ·         Contoh soal :

Sebuah benda bergerak melingkar dengan percepatan sudut 2 rad/s2. Jika mula-mula benda diam, tentukan kecepatan sudut benda setelah 2 sekon dan sudut tempuh setelah 5 sekon!

Ø  Diketahui :

ωo = 0

  a  = 2 rad/s

  t   =  5 s

Ø  Jawab :

ωt = ωo + at

ωt = (0) + (2)(5)

     = 10 rad/s

 

 

 

BAB III

FENOMENA PADA BIDANG BIOTEKNOLOGI

 


           Konsep Gerak Lurus ternyata juga berhubungan dalam kehidupan kita sehari-hari lho, terutama penerapannya dalam bidang Biologi, Teknologi dan Bioteknologi. Banyak sekali hal-hal disekitar yang tanpa kita sadari memakai prinsip ini.

            Contohnya  gerak melingkar pada roda traktor yang membantu para petani membajak sawah dengan lebih cepat dan rapih. Lalu gerak jatuh bebas yang ditunjukkan oleh peristiwa buah yang jatuh  dari pohon. Dalam dunia medis dikenal alat sentrifugal yang memakai konsep gerak melingkar, yang berguna untuk memisahkan partikel-partikel yang berbeda massa jenisnya yang masih tercampur, misal memisahkan sel darah merah dan sel darah putih dari cairan darah.

 

 


 BAB IV

TEKNOLOGI DI BIDANG BIOTEKNOLOGI

 

*           Teknologi biosensing digunakan untuk memajukan perawatan kesehatan manusia. Sebuah biosensor mendeteksi analit biologis tertentu dan memantau fungsinya dalam lingkungan biologis; teknologi ini telah mendapat perhatian banyak peneliti di seluruh dunia karena pentingnya dalam aplikasi medis. Biosensor non-invasif, hemat biaya, resolusi tinggi, dan portabel dapat digunakan secara luas; namun, masih ada banyak tantangan yang harus diatasi, termasuk pemantauan in vivo real-time fungsi organ pada pasien berisiko tinggi. Di sini, kami meninjau biosensor, pembuatannya, dan berbagai kegunaannya. Selain itu, kami memberikan gambaran tentang peran mereka dalam aplikasi medis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, penyembuhan luka, diagnosis kanker, dan fabrikasi prostesis. Selanjutnya, aplikasi teknologi biosensing dalam pengobatan regeneratif seperti prosedur biomanufaktur, teknologi organ-on-a-chip, dan indikator kemanjuran terapeutik dibahas. Akhirnya, perspektif keseluruhan lapangan dan potensi arah masa depan dipertimbangkan.

 

 


 BAB V

PERMASALAHAN KONSTEKTUAL PADA BIDANG BIOTEKNOLOGI, DAN SOLUSI PENYELESAIANNYA

 


             Pemisahan zat-zat penyusun dalam suatu koloid sangatlah penting untuk penentuan kadar suatu zat dalam koloid tersebut. Bila kita menunggu koloid tersebut mengendap maka akan memakan waktu yang lama yang tentunya akan tidak efisien. Untuk itu bisa dilakukan beberapa cara untuk memepercepat proses pemisahan tersebut, Salah satu alat untuk mengendapkan koloid dengan cara mekanik adalah alat centrifuge. 

               Apa itu alat sentrifus? Alat Centrifuge adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan molekul (partikel) suatu larutan antara yang terlarut (filtrate) dengan organel yang mengendap (substrat), melalui proses pemutaran melingkar (sentripetal) berkecepatan tinggi. Setelah sampel dimasukkan ke dalam botol kecil khusus untuk diuji di laboratorium selanjutnya kita tempatkan ke wadah rotor dalam alat sentrifus  dan alat ini dinyalakan. Proses yang terjadi kemudian, molekul atau partikel pada sampel dengan massa jenis yang lebih besar akan terpisah menjauhi pusat putaran, menuju ke dinding-dinding tabung karena kekuatan sentrifugal. Sedangkan molekul dengan massa jenis yang lebih kecil akan terkumpul di bagain tengah (axis). Dalam proses selanjutnya, molekul-molekul yang terbawa ke dinding tabung akan membentuk massa yang lebih besar, sehingga dengan pengaruh gravitasi akan mengalami pengendapan (sedimentasi) ke bagian dasar tabung sebagai substrat. Berikutnya, molekul dengan massa jenis yang lebih kecil akan berada diatasnya, dan seterusnya lebih diatas berupa cairan zat terlarut yang biasa disebut filtrate atau supernatan.

            Singkatnya alat ini berfungsi untuk memisahkan partikulat padat dalam cairan. Alat ini memuat sampel dalam kecepatan tinggi yang kemudian memaksa partikel yang lebih berat terkumpul ke dasar tabung centrifuge.

        Adapun fungsi utama dari alat centrifuge yaitu :

1.      Memisahkan partikel atau sel darah dari while blood untuk memperoleh plasma atau serum.

2.      Memisahkan endapan protein dalam pemeriksaan kimia.

3.      Untuk mendapatkan elemen seluler berkonsentrasi tinggi dan komponen lainnya dari cairan biologi untuk pemeriksaan mikroskopik atau pemeriksaan kimia.

4.      Memisahkan komponen lipid dan komponen lainnya dari plasma/serum, dan memisahkan lipoprotein dari yang lainnya.


          Cek darah umumnya dilakukan untuk mendeteksi penyakit, mengetahui fungsi organ, mendeteksi keberadaan racun dan zat berbahaya, dan memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh. Setelah sampel diambil, darah dimasukkan ke dalam botol kecil khusus untuk diuji di laboratorium selanjutnya kita tempatkan ke wadah rotor dalam alat sentrifus. Setelah alat kita nyalakan, sentrifus akan memutar rotor secara melingkar (gaya sentripetal) dengan kecepatan tinggi dan tertentu.

      Serum darah yang ada di tubuh manusia biasanya digunakan untuk mendapatkan pengujian diagnostik sedangkan serum darah pada hewan bisa digunakan sebagai vaksin baik itu vaksin anti racun dan sebagai obat vaksinasi berbagi jenis penyakit.

              Serum darah perlu dipisahkan karena bisa lebih efektif digunakan dalam penelitian. Hal ini disebabkan karena serum darah memiliki zat antigen lebih banyak dari pada plasma atau sel darah lainnya. sedangkan plasma darah memiliki zat antikoagulan yang bisa membuat reaksi kimia rusak dalam darah sehingga tidak efektif digunakan dalam proses penelitian.

        Beberapa kondisi kesehatan mungkin menyebabkan seseorang membutuhkan donor atau transfusi plasma darah. Untuk itu, seseorang yang sehat dapat mendonorkan plasma darahnya melalui donor darah. Dari darah yang telah didonorkan ini, petugas donor akan memisahkan plasma darah dari sel-sel yang ada di dalamnya dengan bantuan mesin. Setelah itu, plasma darah bisa disumbangkan kepada pasien yang membutuhkan. Plasma darah biasanya dibutuhkan pada penyakit kronis yang langka seperti hemofilia dan penyakit autoimun seperti sindrom Guillain-Barré. Pemberian terapi ini dapat membantu pasien hidup lebih lama dan lebih produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Contoh artikel :

https://pelitadwiasa.com/peralatan-laboratorium/fungsi-centrifuge-sentrifus/

https://www.halodoc.com/artikel/penyakit-bisa-diketahui-dengan-cek-darah

 




BAB VI

SOLUSI PERMASALAHAN TERBARU DAN DESAIN MINIATUR TEKNOLOGI PENYELESAIANNYA 

          Mohon maaf pak, untuk ini saya belum bisa menemukan ataupun memikirkan ide terbarunya. 






BAB VII

PENUTUP

 

*      Kesimpulan

          Gerak adalah perpindahan tempat dari posisi awal ke posisi akhir. Sebuah benda bisa disebut bergerak jika posisinya itu berubah.

          Gerak lurus bisa dibagi menjadi 2 (dua), yaitu gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus yang mempunyai percepatan tetap, sedangkan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak suatu benda pada lintasan garis lurus dengan kelajuan tetap.

             Gerak juga dibagi dalam 2 dan 3 dimensi. Gerak dua dimensi lebih kompleks dibandingkan dengan gerak satu dimensi , sehingga gerak dalam 2D dapat diuraikan menjadi dua arah yang saling tegak lurus (misalnya dalam arah x dan y). Sedangkan gerak dalam tiga dimensi dapat diuraikan menjadi kombinasi dalam tiga arah (x, y dan z).

          Selain itu materi kinematika gerak lurus ini juga banyak dijumpai pada kehidupan kita sehari-hari. Banyak sekali peristiwa atau suatu mesin yang bergerak dengan menggunakan prinsip kinematika gerak. Kita bisa belajar sambil mengamati lingkungan sekitar.

          Fenomena dalam bidang bioteknologi yaitu penerapannya pada alat centrifuge yang memakai prinsip gerak melingkar. Nah dapat disimpulkan bahwa alat ini sebagai solusi atas permasalahan sulitnya memisahkan zat-zat di dalam koloid dengan waktu yang relative singkat terbukti alat sentrifugal sangat berguna dan efisien.





Daftar Pustaka

 

 

Saeful Karim 2010, Juni 13. Gerak dalam 2 Dimensi.  

 

Indah 2015, Juli 29. Implementasi Pembelajaran Berbasis Multirepresentasi untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis.

 

Repository Unair 2019, Juli 22. Anatomi dan Kinematik Gerak Pada Manusia

 

Ruangguru 2017, Oktober 3. Gerak Melingkar Beraturan dan Penjelasannya. Diakses pada  6 September 2021 melalui (https://www.ruangguru.com/blog/gerak-melingkar-beraturan-dan-penjelasannya)

 

Phyiscs by Rangga Agung's Team 2017, Juni 26. Gerak dalam Dua atau Tiga Dimensi. Diakses pada 5 September 2021 melalui (https://physicsranggaagung.wordpress.com/2017/06/26/gerak-dalam-dua-atau-tiga-dimensi/)


Kompas 2020, November 26. Contoh Soal dan Pembahasan Gerak Lurus pada Benda Bergerak. Diakses pada 4 September 2021 melalui (https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/26/215503969/contoh-soal-dan-pembahasan-gerak-lurus-pada-benda-bergerak)


Rumus 2021, Januari 6. Rumus Kecepatan Rata Rata, Jarak dan Waktu, Contoh Soal. Diakses pada 4 September 2021 melalui (https://rumus.co.id/kecepatan/)

 

Quipper 2019, Oktober 21. Kinematika Vektor – Fisika Kelas 11 – Konsep, Rumus, dan Contoh Soal. Diakses pada 4 September 2021 melalui (https://www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/kinematika-fisika-kelas-11-konsep-rumus-dan-contoh-soal/)

 

Gurumuda. Pembahasan Soal Vektor Perpindahan. Diakses pada 5 September 2021 melalui (https://gurumuda.net/pembahasan-soal-vektor-perpindahan.htm)

 

Wardaya College. Modul & Latihan Soal Gerak Dua & Tiga Dimensi. Diakses pada 6 September 2021 melalui (https://www.wardayacollege.com/fisika/kinematika/gerak-dua-tiga-dimensi/)

 

Kompas 2020, Desember 30. Gerak Vertikal ke Atas: Menghitung Ketinggian dan Waktu. Diakses pada 4 September 2021 melalui (https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/30/223322469/gerak-vertikal-ke-atas-menghitung-ketinggian-dan-waktu?page=all)

 

 

 

 

 






 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH FISIKA SUB BAB 1.1 KONSEP DAN ASPEK MEKANIKA

Notula Diskusi Kelompok 1