MAKALAH FISIKA SUB BAB 1.1 KONSEP DAN ASPEK MEKANIKA
MAKALAH FISIKA UNTUK BIOTEKNOLOGI
SUB BAB 1.1 Konsep dan Aspek mekanika
Disusun oleh :
Dira Egastha Putri Agtanti
NIM 210343606463
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI
2021
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya saya mampu menyelesaikan
makalah ini pada waktunya. Makalah ini berisi tentang Konsep dan Aspek Mekanika
beserta uraian-uraiannya yang berkaitan dengan bidang kesehatan.
Terimakasih penulis ucapkan pula kepada Bapak Parno
Dr., M.Si selaku dosen mata kuliah Fisika untuk Bioteknologi yang telah
memberikan tugas ini, kedua orang tua, dan juga referensi sumber internet yang
telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini
masih banyak kekurangan dan kesalahan, baik dari segi isi maupun redaksinya.
Makalah ini jauh dari kesempurnaan, karena itu sangat diharapkan kritik dan
saran yang membangun agar saya dapat menyusun makalah yang lebih baik lagi di masa
yang akan datang. Semoga makalah ini dapat berguna, dapat memberikan informasi
yang cukup dan dapat menambah ilmu pengetahuan yang baru pada sub bab aspek dan
konsep mekanika bagi pembaca maupun saya sendiri.
Sidoarjo, September 2021
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...........................................................................................
DAFTAR ISI
..........................................................................................................
BAB I : PENDAHULUAN ....................................................................................
A. Latar
Belakang ............................................................................................
B. Rumusan
Masalah .......................................................................................
C. Tujuan
..........................................................................................................
BAB II: PEMBAHASAN
......................................................................................
A. Pengertian
Mekanik Dalam Materi Fisika Yang Dikaitkan Dengan Bioteknologi Kesehatan...............................................................................
B. Fenomena
pada Bidang Bioteknologi Kesehatan.........................................
C. Teknologi
Pada Bidang Bioteknologi Kesehatan…………........................
D. Contoh soal
dan pembahasan....…………………………………………..
E. Permasalahan Kontekstual pada Bidang
Bioteknologi dan Solusi Penyelesaiannya…………………………………………………………..
BAB III: PENUTUP
..............................................................................................
A.
Kesimpulan .................................................................................................
B.
Saran
............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Aspek dan konsep mekanika merupakan sub bab
pembelajaran pada ilmu fisika. Pada sub bab ini akan menguraikan materi
keterkaitannya bidang ilmu fisika dengan bidang ilmu kesehatan. Kemudian
mengerucut pada bioteknologi kesehatan.
Aspek dan konsep mekanika menggunakan dasar hukum
newton I, hukum newton II, dan hukum newton III. Dasar hukum ini memiliki
keterkaitan dalam bidang kesehatan yang disebut biomekanika karena digunakan
dalam dunia kesehatan. Biomekanika adalah studi tentang struktur, fungsi dan
gerak mekanis system biologis pada tingkat apapun dari seluruh organisme hingga
organ, sel, dan organel sel menggunakan metode mekanika. Biomekanik area yang
lebih luas yang tidak hanya berkaitan dengan gerakan otot tetapi juga dengan
perilaku fisik tulang dan organ seperti paru-paru dan jantung.
Pada bidang bioteknologi kesehatan yang ada di masa
lalu telah terbukti dengan penemuan vaksin. Teknologi yang dipakai berasal dari
mikroorganisme yang telah dilemahkan. Vaksin dimasukkan ke dalam tubuh manusia
dengan suntikan atau oral. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh manusia
aktifmelawan mikroorganisme tersebut. Seiring berjalannya waktu, dengan semakin
bertambahnya teknologi modern yang ada pada jaman sekarang, penemuan vaksin
mengalami perubahan yang signifikan. Setelah ditemukannya alat bioreaktor. Juga
ada berbagai macam teknologi lain yang semakin berkembang seperti rekayasa
genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, cloning,
dan lain-lain.
Teknologi yang digunakan di klinik juga menggunakan
hukum dasar ini. Hukum Newton I, hukum newton II, dan hukum newton III.
Contohnya traksi leher, traksi tulang, dan traksi kulit. Traksi adalah tahanan
yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau
gangguan pada tulang dan otot (pengertian menurut bidang fisioterapi). Untuk
lebih jelasnya lihatnya contoh pada gambar yang ada di bab II pembahasan.
B. Rumusan
Masalah
Rumusan masalah yang diambil antara lain :
1. Apa
pengertian mekanik dalam materi fisika yang dikaitkan dengan bioteknologi
kesehatan?
2. Fenomena
apa saja yang ada pada bidang bioteknologi kesehatan?
3. Teknologi
seperti apa yang digunakan pada bidang bioteknologi kesehatan?
4. Apa
permasalahan kontekstual pada bidang bioteknologi, bagaimana solusi
penyelesaiannya?
5. Contoh
artikel yang sesuai
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian mekanik dalam materi fisika yang dikaitkan dengan
bioteknologi kesehatan
2. Untuk mengetahui fenomena yang ada pada bidang bioteknologi kesehatan
3. Untuk mengetahui teknologi yang digunakan pada bidang bioteknologi kesehatan
4. Untuk
mengetahui permasalahan kontekstual apa yang terjadi pada bidang bioteknologi
dan solusi penyelesaiannya
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Mekanik Dalam Materi Fisika Yang Dikaitkan Dengan Bioteknologi Kesehatan
Mekanika
adalah cabang fisika yang berkaitan dengan efek kekuatan pada gerakan tubuh.
Cabang fisika ini adalah cabang fisika pertama yang diterapkan sepenuhnya pada
sistem kehidupan, terutama untuk memahami prinsip-prinsip yang mengatur
pergerakan hewan. Konsep mekanika saat ini dirumuskan oleh Isaac Newton, yang
karya utamanya tentang mekanik, Principia Mathematica, diterbitkan pada tahun
1687.
Studi
tentang mekanika bagaimanapun, dimulai lebih dulu. Hal ini dapat ditelusuri ke
filsuf Yunani abad keempat B.C. orang-orang Yunani awal, yang tertarik pada
sains dan atletik, juga yang pertama menerapkan prinsip-prinsip fisik pada
gerakan hewan. Aristoteles pernah berkata, “Hewan yang bergerak membuat
perubahan posisinya dengan menekan apa yang ada di bawahnya. Pelari berlari
lebih cepat jika mereka mengayunkan lengan mereka untuk perpanjangan lengan ada
semacam bersandar pada tangan dan pergelangan tangan.” Meskipun beberapa konsep
yang diusulkan oleh para filsuf Yunani salah, pencarian mereka untuk
prinsip-prinsip umum di alam menandai awal dari pemikiran ilmiah. Setelah
penurunan Yunani kuno,mengejar semua karya ilmiah memasuki periode jeda yang
berlangsung sampai Renaissance membawa kebangkitan dalam banyak kegiatan
termasuk ilmu pengetahuan. Selama periode kebangkitan ini, Leonardo da Vinci
(1452-1519) membuat pengamatan rinci tentang gerakan hewan dan fungsi otot.
Sejak da Vinci, ratusan orang telah berkontribusi pada pemahaman kita tentang
gerakan hewan dalam hal prinsip-prinsip mekanis. Studi mereka telah dibantu
oleh teknik analitik yang lebih baik dan pengembangan instrumen seperti kamera
fotografi dan timer elektronik.
Studi
tentang gerak manusia adalah bagian dari kinesiologi, yang mempelajari manusia
terutama seperti yang diterapkan pada kegiatan atletik, dan biomekanik, area
yang lebih luas yang tidak hanya berkaitan dengan gerakan otot tetapi juga
dengan perilaku fisik tulang dan organ seperti paru-paru dan jantung.
Pengembangan perangkat prostetik seperti anggota badan buatan dan jantung
mekanis adalah area aktif penelitian biomekanik. Mekanika, seperti setiap
subjek lain dalam sains, dimulai dengan sejumlah konsep dasar dan kemudian
menyediakan aturan yang dengannya mereka saling terkait.
Dalam
biomekanik menggunakan hukum dasar yang dirumuskan oleh Isaac Newton
(1643-1727) untuk mempelajari gerak mekanik pada hewan dan manusia. Ada 3 hukum
dasar mekanika yang dicetuskan oleh Newton, yaitu :
1. Hukum
Newton Pertama
Hukum
Newton ini disebut juga hukum inersia (kelembaman). Yang artinya setiap benda
akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali
jika dipaksa untuk mengubah keadaan itu oleh gaya-gaya yang berpengaruh
padanya. Hukum Newton pertama dipakai untuk mengukur suatu pengamatan
2. Hukum
Newton Kedua
Apabila
ada gaya yang bekerja pada suatu benda maka benda akan mengalami suatu
percepatan yang arahnya sama dengan arah gaya.
F
= m a
Dimana,
F
= gaya yang bekerja (N)
m
= massa benda (Kg)
a
= percepatan (m/dt2)
3. Hukum
Newton Ketiga
Faksi
= - Freaksi (arah berlawanan)
Ada
gaya yang bekerja pada tubuh dan ada gaya yang berada dalam tubuh kita. Newton
telah membuat hukum gravitasi secara universal yang merupakan dasar asal mula
gaya yang dikenal dengan gaya gravitasi. Hukum ini merupakan gaya tarik antara
2 benda, misalnya berat badan, ini merupakan gaya tarik bumi terhadap badan
kita (gaya pada tubuh), terjadinya varises pada vena merupakan gaya tarik bumi
terhadap aliran darah yang mengalir secara berlawanan (gaya dalam tubuh).
Apabila ditinjau dari segi statis dan dinamisnya maka gaya yang bekerja dalam tubuh manusia ada
2, yaitu :
1. Gaya
pada tubuh keadaan statis. Tubuh dalam keadaan statis/setimbang, jumlah gaya
dan momen gaya yang ada sama dengan nol. Sistem otot dan tulang berfungsi
sebagai pengumpil. Ada 3 kelas sistem pengumpil :
a. Klas
pertama
Titik
tumpuan terletak diantara gaya berat dan otot
![]() |
W = gaya berat
M
= gaya otot
|
b. Klas
kedua
Gaya
berat diantara titik tumpu dan gaya otot

c. Klas
ketiga
Gaya
otot terletak diantara titik tumpuan dan gaya berat

2. Gaya
pada tubuh keadaan dinamis.
Adalah
kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan dalam bergerak. Kesetimbangan
merupakan interaksi yang kompleks dari integrasi/interaksi sistem sensorik dan
muskuloskeletal (otot, sendi, dan jar lunak lain) yang diatur dalam otak
sebagai respon terhadap perubahan kondisi internal dan eksternal. Juga dipengaruhi
oleh beberapa faktor seperti, usia, motivasi, kognisi, lingkungan, kelelahan, pengaruh
obat dan pengalaman terdahulu.
Bioteknologi
kesehatan adalah suatu teknik modern untuk mengubah bahan mentah melalui
transformasi biologi sehingga menjadi produk yang berguna dengan mempelajari
ilmu pemanfaatan makhluk hidup seperti virus, fungi, bakteri, dsb atau produk
yang terdapat pada makhluk hidup seperti (enzim, alkohol).
B.
Fenomena pada Bidang Bioteknologi
Kesehatan
Di
bidang kesehatan, fenomena bioteknologi pada masa lalu dibuktikan dengan
penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang
terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan
terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini,
produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal. Pada masa
kini, bioteknologi berkembang pesat, terutama di negara-negara maju. Kemajuan
ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa
genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, cloning,
dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan
penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti
kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga
memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan
kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala.
C. Teknologi
Pada Bidang Bioteknologi Kesehatan
1. Pembuatan
Hormon Insulin
Pembuatan
hormon insulin dilakukan dengan rekayasa genetika. Melalui rekayasa genetika, manusia
berhasil menyisipi bakteri Escherichia coli dengan gen pembentuk insulin pada
manusia. Gen penghasil insulin manusia tersebut dapat mengarahkan sel E.coli
untuk menghasilkan insulin. Bakteri ini dapat membentuk insulin yang mirip
dengan insulin manusia.. Insulin yang diperoleh dapat digunakan untuk mengobati
penderita diabetes.
2. Pembuatan
Vaksin
Pembuatan vaksin dilakukan melalui rekayasa
genetika. Vaksin dibuat dengan mengisolasi gen yang mengkode antigen dari
mikrobia yang bersangkutan. Gen tersebut disisipkan pada plasmid yang sama
tetapi telah dilemahkan. Mikrobia yang telah disisipi gen tersebut akan
membentuk antigen murni. Jika antigen ini disuntikkan pada tubuh manusia, sistem
kekebalan tubuh akan membentuk antibodi yang berfungsi melawan antigen yang
masuk ke dalam tubuh. Selain itu, ada juga vaksin yang dibuat dengan menerapkan
bioteknologi konvensional. Pembuatan vaksin jenis ini tidak melalui rekayasa
genetika. Vaksin ini berasal dari mikroorganisme yang telah dilemahkan. Vaksin
dimasukkan ke dalam tubuh manusia dengan suntikan atau oral. Dengan demikian,
sistem kekebalan tubuh manusia aktifmelawan mikroorganisme tersebut.
3. Antibiotik
Antibiotik merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh
mikroorganisme terutama bakteri dan jamur yang dapat menghambat pertumbuhan
atau membunuh bakteri atau mikroorganisme yang lain. Dengan demikian,
antibiotik digunakan untuk melawan infeksi bakteri atau jamur
4.
Antibodi
Monoklonal
Antibodi merupakan protein yang
dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan dan melindungi
tubuh dari infeksi bakteri. Melalui rekayasa genetika, manusia dapat membentuk
antibodi monoklonal. Antibodi monoklonal yaitu antibodi yang diperoleh dari
penggabungan sel penghasil antibodi dengan sel yang terkena penyakit. Pada
teknologi antibodi monoklonal digunakan sel-sel tumor dan sel-sel limpa
manusia. Sel-sel tumor dapat memperbanyak diri tanpa henti, sedangkan sel limpa
sebagai antigen yang menghasilkan antibodi. Hasil penggabungan kedua sel
tersebut dinamakan sel hibridoma. Sel hibridoma dapat memproduksi antibodi
secara kontinyu. Antibodi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengobati
penyakit kanker atau tumor. Antibodi ini akan menyerang sel-sel kanker tanpa
merusak sel-sel yang sehat.
5.
Penggunaan Klinik
·
Traksi Leher

·
Traksi
Tulang

·
Traksi
Kulit

D. Contoh soal dan pembahasan :
saat seorang atlit tolak peluru akan melempar bola
dalam keadaan se -timbang, maka tarikan otot deltoidus ( T) yang membentuk
sudut 100 dan berjarak 20 cm dari ujung
pusat rotasi, harus melawan gaya berat lengan W1 yang berjarak 2x dari T dan gaya berat bola
W2 yang berjarak 4x dari T. Jika W1 20 N
dan berat bola 5 kg, berapa T . ( g = 10 m/dt2 )
Jawab :
Dengan menggunakan hukum kedua Newton dan
keseimbangan benda tegar maka didapat persamaan :
T sin 100 x
0,2 – Wlengan x 0,4 – W bola x 0,8 = 0
Maka
2 Wlengan + 4 Wbola
T = ——————————
Sin 100
E.
Permasalahan Kontekstual pada Bidang
Bioteknologi dan Solusi Penyelesaiannya
Permasalahan kegemukan atau kelebihan berat badan
adalah penyebab malasnya seseorang untuk bergerak atau melakukan aktivitas.
Orang yang mengalami kegemukan sulit untuk menjadi langsing (menurunkan berat
badan), sementara orang yang langsing berat badannya tidak berubah. Hal ini
dikarenakan adanya perbedaan aktivitas yang mencolok diantara orang yang
memilki berat badan berlebih dengan orang yang langsing. Mereka yang berbadan
besar cenderung duduk-duduk sedangkan mereka yang berbadan kecil terus
bergerak.
Di dalam tubuh, tubuh memerlukan energi untuk
melakukan aktivitas sehari-hari. Tentu saja energi yang dibutuhkan di setiap
orang berbeda-beda. Tergantung dari aktivitas, ukuran tubuh dan asupan makanan
setiap harinya. Contoh jumlah energi yang dibutuhkan seorang atlet akan berbeda
dengan jumlah energi yang dibutuhkan seorang penulis. Begitu juga dengan orang
yang berbadan kecil memerlukan energi yang lebih sedikit daripada orang yang
berbadan besar. Namun secara umum, energi yang diperlukan untuk melakukan
aktivvitas besarnya mencapai 350 kalori sehari yang cukup untuk membakar lemak
tubuh 13 sampai 18 kg setiap tahunnya.
Berdasar hukum
I newton atau hukum inersia (kelembaman), sebuah kesimpulan bahwa orang
mengalami kegemukan atau kelebihan berat badan disebabkan karena malas bergerak
dan kurang beraktivitas ini adalah berbanding terbalik. Hukum I newton atau hukum inersia (kelembaman) menyatakan
setiap
benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan,
kecuali jika dipaksa untuk mengubah keadaan itu oleh gaya-gaya yang berpengaruh
padanya. Benda yang semula diam mempertahankan keadaannya tetap diam. Untuk
mengubahnya menjadi bergerak diperlukan usaha. Dalam hal gerak manusia usaha
dilakukan dengan mengambil energi dari kalori yang dibawa oleh asupan makanan
atau pembakaran lemak. Sifat kelembaman ini diturunkan dari besaran fisika
massa (berat sama dengan massa dikalikan percepatan gravitasi). Sebagai contoh,
orang yang memiliki berat badan berlebih memerlukan energi yang lebih besar
dibandingkan orang yang memiliki berat badan ideal. Hal inilah yang membuat
orang yang memiliki berat badan berlebih malas untuk melakukan aktivitas. Jadi
penyebab kegemukan ialah malas melakukan aktivitas bukan sebaliknya.
Untuk
menjaga berat badan atau bahkan menurunkan berat badan tidak hanya cukup
menambah aktivitas. Memang, untuk melakukan aktivitas diperlukan energi dari
asupan makanan setiap harinya, permasalahannya adalah jika asupan makanan yang
diperlukan untuk menghasilkan energi melebihi aktivitas yang dilakukan maka
akan selalu terjadi kelebihan energi. Energi yang berlebih akan disimpan oleh
tubuh dalam bentuk lemak. Sehingga walaupun aktivitas ditambah tetapi asupan
makanan untuk menghasilkan energi juga ditambah tujuan untuk menjaga berat
badan atau bahkan menurunkan berat badan tidak akan tercapai, melainkan berat
badan mengalami peningkatan. Jadi untuk menjaga berat badan atau bahkan
menurunkan berat badan yang efektif
adalah menjaga pola makan yang teratur (diet). Jika ingin menjaga berat badan
yang ideal maka asupan makanan yang dibutuhkan harus seimbang dengan aktivitas
yang dilakukan. Besar energi untuk melakukan aktivitas tubuh minimum seperti
bernafas, memompa darah, metabolisme dimana tubuh dalam keadaan istirahat total
disebut Basal Metabolic Rate (BMR) yang nilainya sekitar 90 kcal/jam atau
sekitar 2200 kcal per hari (Cameron dan Skofronick, 1978). Seperti disebutkan
sebelumnya mengatur berat badan paling efektif adalah dengan pengaturan pola
makan. Sebagai contoh, seseorang ingin mengurangi lemak tubuh seberat 4,54 kg.
Kandungan kalori tiap gram lemak adalah 9,3 kcal maka 4,54 kg lemak mengandung
4,54 kg x 9,3 kcal/gram = 4,2 x 104 kcal. Bersepeda di jalan datar dengan laju
21,3 km/jam menghabiskan energi sebesar 1198,75 kcal/jam. Untuk menurunkan
berat badan dengan cara bersepeda seperti itu diperlukan waktu 4,2 x 104 kcal
dibagi 1198,75 kcal/jam = 35 jam, dengan ketentuan pola makan tidak berubah
dari sebelumnya, hal ini sukar dilakukan. Dengan mengubah diet dari 2500 kcal
perhari menjadi 2000 kcal perhari atau mengurangi konsumsi makan sebesar 1/5
setiap hari diperlukan waktu 4,2 x 104 kcal dibagi 500 kcal/hari = 84 hari.
CONTOH ARTIKEL
Pola hidup sehat, https://www.halodoc.com/artikel/pola-hidup-sehat-untuk-menjaga-berat-badan-ideal
Tabel perbandingan
produk susu diet terbaik untuk mengurangi berat badan, https://my-best.id/122367/#toc-6
Hormon yang berpengaruh
untuk menentukan berat badan manusia https://dosenbiologi.com/manusia/hormon-yang-menentukan-berat-badan-manusia
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Mekanika adalah cabang fisika yang berkaitan dengan
efek kekuatan pada gerakan tubuh. Cabang fisika ini adalah cabang fisika
pertama yang diterapkan sepenuhnya pada sistem kehidupan, terutama untuk
memahami prinsip-prinsip yang mengatur pergerakan hewan. Konsep mekanika saat
ini dirumuskan oleh Isaac Newton, yang karya utamanya tentang mekanik,
Principia Mathematica, diterbitkan pada tahun 1687.
Bioteknologi kesehatan adalah suatu teknik modern
untuk mengubah bahan mentah melalui transformasi biologi sehingga menjadi
produk yang berguna dengan mempelajari ilmu pemanfaatan makhluk hidup seperti
virus, fungi, bakteri, dsb atau produk yang terdapat pada makhluk hidup seperti
(enzim, alkohol).
Ada banyak teknologi yang bisa digunakan dalam
bioteknologi, terutama di bidang kesehatan. Teknologi-teknologi yang ada
sekarang pasti juga akan bisa terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Apalagi di era pandemic sekarang, teknologi rekayasa genetik berupa vaksin
sedang gencar-gencarnya dibutuhkan.
Mendasari
hukum I newton dalam hal gerak manusia, permasalahan kegemukan atau kelebihan
berat badan adalah penyebab seseorang malas melakukan aktivitas, berbanding terbalik.
Justru karena kurangnya aktivitas yang menyebabkan permasalahan kegemukan atau
kelebihan berat badan.
B.
Saran
Makalah yang saya buat
ini masih sangat jauh dengan sempurna. Masih banyak kekurangan di dalam
pengetikan dan sumber informasi. Oleh karena itu, sangat diperlukan saran oleh
pembaca agar saya bisa memperbaiki apa yang kurang dari makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
https://blog.edukasystem.com/,
https://www.academia.edu/40331779/KELOMPOK_3_MAKALAH_BIOTEKNOLOGI_DALAM_BIDANG_KESEHATAN , https://www.fisikabc.com/2017/05/mekanika-kinematika-dinamika.html,
https://wiwiksunaryatipujilestari.wordpress.com/2015/01/13/biomekanika-fisika-kesehatan/ , http://esa166.weblog.esaunggul.ac.id/2012/12/07/biomekanika/,
buku 5 Paul Davidovits – Physics in Biology and Medicine


Komentar
Posting Komentar